Daftarkan BPJS anak ke 4 sebulan sebelum lahir

bpjs anak ke 4Pengalaman cukup terkesan yang mungkin tidak terlupakan ketika menunggu momentum kelahiran anak kami ke 4 kemarin tanggal 3 Maret 2017 di RS PKU Muhammadiyah Solo. Karena punya riwayat caecar 2x dan preklamsia kami dihadapkan pilihan yang cukup berat, setelah nanti melahirkan dengan operasi caecar rahim disteril atau mengambil resiko berat ketika nanti hamil lagi..? Kami memutuskan untuk di steril saja karena istri merasakan sebuah kondisi yang sangat berat ketika 2 kehamilan sebelumnya dengan preklamsia dan anak kami sudah 4 dengan usia istri sudah 36 tahun akan semakin menambah tingginya resiko hingga kematian.

Akhirnya, dengan ijin Alloh istri saya menjalani operasi caecar dan saya minta ijin untuk mendampingi operasi untuk memberikan dukungan kepada istri, alhamdulillah dokter membolehkan, meskipun hal ini tidak biasa perawat yang jaga dan staff rumah sakit ketika saya masukpun juga mempertanyakannya. Jam 10.30 WIB istri saya menjalani operasi caecar yang dipimpin oleh dr. Dhimas Mardiawan, M.Kes, Sp.OG selama kurang lebih 30 menit. Setelah lahir dan dibersihkan bayi kemudian dirawat diruang PICU NICU dibawah pengawasan dr. Arie Hapsari, istri terpaksa dibawa ke ruang HCU karena tensi masih tinggi setelah melahirkan.

Ketika di ruang PICU NICU, perawat jaga menyarankan untuk segera mengurus kartu BPJS untuk bayi dengan durasi waktu 2 x 24 jam. Karena bayi lahir hari Jum’at tenggang waktunya maksimal hari Senin, dikarenakan kantor BPJS hari Sabtu Ahad libur. Untuk mengurus BPJS saya harus mencari SKL (Surat Keterangan Lahir) Rumah Sakit terlebih dahulu dengan membawa berkas copy akte nikah, KTP suami-istri dan KK masing-masing 1 lembar, jadi kalau mau melahirkan dirumah sakit harus siap-siap berkas tersebut.  Hari Senin pagi dengan membawa persyaratan SKL, fotokopi KTP dan KK saya datang ke kantor BPJS sekitar jam 08.30 dapat antrian no 25 sementara pelayanan ada pada no 08 jadi saya harus menunggu 17 antrian, sekitar 2 jam kemudian saya mendapatkan pelayanan jam 10.30 WIB. Oleh petugas saya di berikan form untuk di isi dan format surat kuasa dari perusahaan karena anak ke 4 jadi statusnya tambahan, berbeda dengan anak pertama, kedua dan ketiga tidak memerlukan berkas ini dan dapat didaftarkan setelah bayi sudah lahir. Dengan berat hati saya meninggalkan kantor BPJS untuk mencari surat kuasa dari perusahaan padahal waktunya tinggal hari itu. Sebelum keluar saya menyempatkan mengambil kartu antrin terlebih dahulu dengan harapan ketika berkas selesai nanti saya tidak terlalu lama mengantrinya dan mendapatkan no antrian 57.

Alhamdulillah jalan kemudahan diberikan oleh Alloh, surat kuasa perusahaan segera dapat sehingga saya bisa langsung kembali ke kantor BPJS sekitar jam 12.00 WIB setelah sholat dhuhur saya masuk ke ruang pelayanan dan sesaat kemudian nomor antrian saya dipanggil. Berkas lengkap langsung diproses, setelah selesai saya mendapatkan tanda terima penyerahan berkas. Saya pun jadi bingung, kok saya hanya dapat selembar kertas sementara yang saya butuhkan kartu BPJS. Dengan penuh rasa penasaran saya tanya petugas, sayang penjelasannya kurang memuaskan, saya minta dipertemukan dengan pejabat yang berwenang di BPJS. Kemudian saya diminta untuk bertemu dengan bu Meta (kalau tidak salah ingat) dan dijelaskan untuk anak ke 4 harus didaftarkan selambat-lambatnya 14 hari kerja sebelum bayi lahir, jadi ketika lahir kartu untuk bayi sudah aktif. Saya tanyakan aturannya, aturannya ada di Kepres no bla bla tanpa menunjukkan berkasnya, saya pun harus menerima kenyataan ini dan kembali ke rumah sakit.

Sampai di rumah sakit saya masih belum puas dengan penjelasan karyawan BPJS, bersama istri saya minta dipertemukan dengan bagian kerjasama, kami dipersilahkan untuk menemui dr. Koko. Setelah basa-basi saya sampaikan maksud saya, dan penjelasannya kurang lebih sama dengan sebelumnya, hanya saja cara penyampaiannya yang humanis luwes dan ramah saya bisa menangkap informasi yang disampaikan dengan jelas. Beliau juga janji akan mengirimkan berkas aturan-aturannya via WA dan saya diberikan beberapa nomor WA pejabat BPJS untuk referensi.

Enam hari kemudian tanggal 08 Maret 2017 anak kami dinyatakan sudah sehat dan siap untuk pulang, saya bingung darimana dapat uang untuk membayar biayanya? tabungan sudah menipis,  sudahlah… pasrah sama Alloh Ar Rozaq. Alhamdulillah ada rejeki juga, istri masih ada dana cadangan. Karena bayi terdaftar sebagai  pasien umum kami harus mengeluarkan biaya mandiri untuk membayar biaya rumah sakit.

Semoga pengalaman kami di atas dapat bermanfaat, terutama yang mau memiliki anak ke 4 sebaiknya didaftarkan BPJS ketika bayi masih didalam kandungan selambat-lambatnya usia kehamilan 7 bulan agar kartu sudah aktif ketika bayi lahir sehingga biaya tercover. Berbeda dengan anak ke 1-3 dapat didaftarkan ketika bayi sudah lahir. Ingat, ketika kerumah sakit siapkan juga copy akta nikah, KTP suami-istri dan KK masing-masing 2 lembar untuk cadangan agar nantinya lebih mudah untuk mengurusnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *