Mencari Benang Merah Kehidupan dan Pesantren Mahasiswa Entrepreneur

Alhamdulillah usia saya saat ini sudah memasuki 37 tahun, kami tinggal di kota Solo bersama seorang istri yang saya cintai dan 4 orang anak yang senantiasa membawa keceriaan. Ketika melihat anak-anak tumbuh berkembang, sering kali saya membayangkan kehidupan saya sewaktu usia mereka. Kenangan-kenangan indah yang diwarnai dengan tawa canda dan tangis beberapa kejadian masih lekat jelas terekam seolah baru kemarin, padahal sudah puluhan tahun yang lalu… betapa singkat hidup ini.

Rentetan kehidupan saya yang sangat terkesan dan cukup mewarnai kehidupan saat ini adalah ketika kuliah di UNS (Universitas Sebelas Maret) kebanggaan warga Solo dan sekitarnya. Saat itu saya mulai belajar bagaimana agar hidup kita lebih bermakna dengan berkontribusi untuk orang lain, maka sayapun aktif di organisasi internal dan eksternal kampus seperti HIMATIKA, SKI, BEM, DEMA, KOPMA, KSR, PD, dan HMI. Saya juga pernah jadi santri pesantren mahasiswa (Pesma) Al Hilal, sebuah pesantren mahasiswa yang sebelumnya bernama Binaul Fikri. Sebelum lulus saya pernah bekerja di BMT Al Huda mengelola AMM (Al Huda Maal Muamalah).

Dari beberapa organisasi yang saya ikuti, yang sangat mewarnai dalam kehidupan adalah KOPMA dan Pesma Al Hilal. Dari jaringan KOPMA saya bisa bekerja di Century 21 Joglosemar milik Bapak Adib Aji Putra salah satu alumni KOPMA dan ilmunya masih bermanfaat sampai sekarang, saya pun sudah mantap untuk memilih jalan bisnis properti sebagai pilihan. Dari jaringan Pesma Al Hilal saya bisa bekerja di BMT AL Huda, dari sanalah tercetus gagasan untuk mendirikan LAZIS UNS yang masih eksis sampai sekarang.

Suasana hidup dalam Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al Hilal yang sejuk dan menenangkan hati saat itu benar-benar membekas hingga sekarang. Saya jadi prihatin ketika melihat pengelolaan beberapa kost di sekitar rumah tinggal yang dikelola apa adanya, yang penting penghuni bayar uang sewa kos. Tidak ada pembinaan didalamnya apalagi kost yang tidak ada induk semangnya, para penghuni berpotensi melakukan pergaulan bebas dan gaya hidup yang merusak masa depan mereka, hal ini tentu sangat ironis mengingat status mereka sebagai mahasiswa yang dikenal sebagai kaum intelektual, kaum yang terdidik.

Dari keprihatinan di atas dan hasil renungan mencari benang merah kehidupan aktifitas-aktifitas saya sebelumnya. Akhirnya saya mencoba memberanikan diri menggagas sebuah Pesantren Mahasiswa Entrepreneur (PESMAPRENEUR), sebuah konsep yang menggabungkan kehidupan pesantren dan kehidupan mahasiswa serta dunia entrepreneur. Mahasiswa ketika kuliah diberikan nilai tambah untuk menjadi santri dan belajar bisnis sehingga energi mereka dapat terserap ke hal-hal yang positif untuk mempersiapkan masa depan mereka dengan baik, sehingga nantinya tidak menjadi sarjana pengangguran. Diharapkan ketika mereka lulus dan bekerja memiliki akhlakul karimah, memiliki akhlak yang baik ketika menjadi pejabat ataupun pebisnis.

Sebuah blog sederhana www.pesmapreneur.com siap untuk digunakan sebagai media sosialiasasi. Saya menyadari tidak mungkin bisa mewujudkannya sendirian, untuk itu saya mengajak para pemilik kost, para pengusaha dan rekan-rekan semua yang peduli untuk berkontribusi dalam membangun generasi-generasi yang berkualitas dan memegang teguh tali agama Islam. Mari mengambil peran dalam dakwah ini untuk investasi amal jariyah kita hubungi WA 08156756748.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *